Home » » CARA PRAKTIS MENCEGAH PENYAKIT ND/tetelo PADA AYAM KAMPUNG

CARA PRAKTIS MENCEGAH PENYAKIT ND/tetelo PADA AYAM KAMPUNG

Cara gratis dan praktis kali ini saya tulis berdasarkan atas pengalaman saya memelihara beraneka ayam sejak tahun 2000-an lalu (kalo gak salah tapi, hehe...).  Selain itu juga untuk memenuhi janji saya pada artikel yang lalu tentang   cara gratis cara membuat ayam kampung cepat besar.

Berawal dari coba-coba yang saya lakukan, dengan niat menghasilkan daging ayam kampung yang tak terlalu banyak kandungan bahan kimia dan tentu juga maksudnya berhemat, hehe...saya memberi campuran beberapa bahan nabati pada ransum ayam yang mempunyai potensi mencegah penyakit menular pada ayam.  Selain itu, ilmu ini juga sebagian saya dapat dari beberapa peternak yang kemudian saya padukan dengan kondisi di kampung saya.

Dari hasil percobaan dan pengalaman saya, maka saya berani mengatakan bahwa beberapa tumbuhan/tanaman/bahan nabati memang mempunyai potensi untuk mencegah penyakit menular pada ayam, terutama tetelo/ND atau hanya sekedar flu biasa pada ayam.

Singkat kata, tanaman yang sering saya pakai untuk pencegahan penyakit pada ayam yaitu : daun pepaya, temu ireng, temu lawak, kulit bawang putih, kulit bawang merah, daun teh, dan daun salam. (beberapa daun tanaman juga sering saya pakai untuk menambah vitamin/mineral pada ransum, seperti daun singkong, dan daun temu-temuan). Bahkan, sisa-sisa sayuran atau kulit bumbu-bumbu bekas yang tidak terpakai atau bahan sisa masakan istri saya, saya rebus kemudian saya campurkan pada ransum ayam.  Pendek kata, tak ada daun atau sisa bahan sayuran yang terbuang percuma.


Cara aplikasi sangat mudah, yaitu sebagai berikut :

1.  iris tipis-tipis daun-daun tersebut diatas

2.  rebus daun dan temu-temuan tersebut sampai mendidih, kemudian diamkan hingga hangat.


3.  nah, air rebusan tadi dicampurkan pada air minum ayam atau untuk ditambahkan pada pakan (pakan basah).  Selain itu irisan daun/temu-temuan tersebut jangan dibuang, kan sayang.  Irisan-irisan tersebut dicampurkan pada ransum ayam.  Pemberian ini terutama pada pagi hari.


4.  aplikasi diatas dilakukan secara teratur, terutama pada saat pergantian musim dimana penyakit biasa timbul.  Rentang waktu pemberian obat tradisional ini sebaiknya 2-3 hari sekali.  Di luar pergantian musim seminggu sekali saya rasa cukup.

Selain berfungsi sebagai pencegahan, juga untuk menambah nafsu makan pada ayam dan menambah vitamin/mineral alami. Prinsipnya, jika ayam banyak makan (yang bergizi) maka akan sehat.

Cara yang lain untuk pencegahan, penyakit tetelo yaitu dengan membeli obat vaksin ND Hitchner yang banyak tersedia di pasaran.  Pemberian obat ini biasa saya lakukan pada waktu ayam berumur 4 hari, 4 minggu dan 4 bulan.  Aplikasi bisa lewat tetes mata maupun dicampur dengan air minum.

Perpaduan yang terbaik, ya divaksin sekaligus diberi obat tradisional.  Menurut pengalaman saya, Alhamdulillah ayam-ayam saya sehat.  Walau ada yang terkena penyakit, ya wajar saja namanya juga makhluk hidup, hehe...tapi selama puluhan tahun memelihara ayam, alhamdulillah tak pernah sekalipun dalam serentak ayam-ayam saya mati berbarengan dalam jumlah besar.  Selain ayam-ayam saya sehat, juga pertumbuhannya cukup baik, jadi ada pengaruhnya juga pemberian  irisan daun-daunan dalam pakan ayam.
Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di Creating Aba Nauval

1 Komentar:

obat pelangsing herbal mengatakan...

oh iya akan saya buktikan

Poskan Komentar

Recent comment

 
ASGINDO FARM | Boe-Doet 98 Template | Aba Nauval Template
Copyright © 2012. BERTERNAK AYAM KAMPUNG - All Rights Reserved
Template Modify by
Proudly powered by Blogger