Home » » TIPS MENGATASI KANIBALISME AYAM KAMPUNG

TIPS MENGATASI KANIBALISME AYAM KAMPUNG

www.abanuaval.blogspot.com
K anibalisme merupakan siklus (begitu saya menyebutnya) yang tidak bisa dihindari, dalam usaha pemeliharaan ayam kampung, saya melihat ini sebagai faktor genetik alami yang memang menjadi sifat dasar dari ayam itu sendiri. Namun kanibalisme bukannya tidak bisa dicegah ataupun ditanggulangi, ada beberapa langkah yang bisa kita tempuh untuk meminimalisir adanya kanibalisme ini. Karena apabila pada saat terjadi kanibal dan tidak ditanggulangi, dapat dipastikan akan banyak ayam yang akan berguguran, atau paling tidak akan terjadi cidera parah pada ayam korban kanialisme.
Berdasarkan hasil pengalaman, kanibal pada ayam kampung disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain :

1. Cuaca didalam kandang yang terlalu panas
2. Ketersediaan pakan dan air minum yang tidak tentu sehingga ayam menjadi buas
3. Suasana yang terlalu gaduh disekitar area kandang
4. Pindah kandang
5. Siklus genetik (kami menyebutnya demikian, ini terjadi pada anak ayam usia antara 24-47 hari dan 45-47 hari), pada usia seperti ini peternak harus benar benar memperhatikan perkembangan ayam kampung yang dipelihara.
6. Pergantian musim yang ekstrim

Hal-hal yang bisa kita lakukan untuk mengatasi dan meminimalisir adanya kanibal ini adalah:

  1. Siklus udara didalam kandang harus menjadi perhatian penting, pada siang hari buka semua penutup pada kandang ayam, sehingga kandang tidak terlalu panas ataupun lembab dan yang lebih penting lagi, sirkulasi udara menjadi sangat baik untuk perkembangan ayam.
  2. Pada saat udara dan suasana kandang terlalu panas, semprot kandang, liter berikut ayam menggunakan air yang dicampur dengan rodalon (disinfektan yang disarankan) yang tidak berbahaya bagi kandang yang sedang digunakan, dengan basahnya kandang dan ayam, ayam akan merasa dingin dan mengurangi aktivitas kanibalisme.
  3. Segera pisahkan ayam yang telah luka akibat aksi kanibalisme teman sejawadnya, karena apabila tidak, dia akan menjadi korban amuk masa yang berujung pada kematian.
  4. Ayam yang luka dipisahkan kemudian ditanggulangi dengan P3K untuk ayam berupa cairan neo antiseptik ataupun saleb anti kanibal, niscaya dalam tiga hari mendatang luka sudah kering dan sedang menunggu proses penyembuhan.
  5. Perhatikan ketersediaan pakan dan air dalam kandang, jangan sampai ayam dipuasakan, karena sangat dihindari apabila ayam sengaja didietkan.
  6. Untuk mengurangi tingkat strees yang berujung aksi brutal ayam, perlu ditambahkan vitamin pada minuman ayam.

Anda pasti sering dibuat pusing oleh ayam-ayam peliharaan anda yang saling mematuk sehingga mengakibatkan ayam-ayam tersebut terluka, untuk mengatasinya silahkan baca artikel Cara mengatasi kanibalisme pada ayam Kebiasaan ayam yang saling mematuk taua bahkan memakan telurnya sendiri sering disebut Kanibal. Kebiasaan ini sangat berbahaya bagi kehidupan unggas dan merugikan 
Faktor yang menyebabkan terjadinya kanibalisme

1. Ayam kekurangan pakan dan defisiensi mineral
Ayam kekurangan batu-batuan (grit), mineral (NaCI dan Kalsium) dan kandungan nutrisi lainnya akan memicu timbulnya sifat kanibalisme. Pada ayam petelur, ayam mematuk telurnya untuk menambah kekurangan kalsium. Pada ayam broiler ayam akan mematuk bulu, pial, jari-jari kaki ayam lainnya, bahkan hal ini jika terlalu parah dapat mengakibatkan kematian 
2. Populasi ayam dalam satu kandang dan keseragaman umur
Jumlah ayam dalam suatu kandang yang terlalu padat, dapat mengakibatkan suhu ruang meningkat, sehingga ayam akan saling berebut untuk mendapatkan tempat yang nyaman. Dalam mencari tempat yang nyaman, ayam akan melakukan kanibalisme (bertarung) untuk mendapatkan tempat nyaman tersebut
Keseragaman umur ternak sangat penting karena kebanyakan ternak yang lebih dewasa akan menyerang ternak yang lebih muda, hal ini berakibat fatal jika saat pematukan mengenai mata atau organ lainnya yang menyebabkan cacat.
3. Udara di dalam terlalu panas,kelembaban tinggi
Kondisi suhu kandang yang terlalu dan lembab akan mengakibatkan unggas menjadi stress. Hal ini dapat memicu timbulnya kanibalisme karena ternak berusaha melepaskan panas tubuh dengan mencari tempat yang nyaman.
4. Kurang tempat makan dan minum baik baik dari segi jumlah dan luasnya
Kekurangan tempat pakan dan dapat memicunya kanibalisme, hal ini karena ternak akan berebut untuk makan ataupun minum. Sifat alamiah ternak akan saling memperebutkan makanan. Mereka akan saling mematuk jika tempat pakannya sedikit.
5. Parasit
Parasit yang dapat memicu terjadinya kanibalisme adalah parasit luar yang dapat menyebabkan penyakit antara lain : kutu, caplak, tungau, dan pinjal. Ternak akan mematuk-matuk tubuhnya yang terasa gatal, bahkan bisa sampai berdarah
6. Warna merah [ jenggger ]
Ayam cenderung menyerang warna merah (jengger), hal ini sering terjadi pada ayam kampong dan ayam petelur. Unggas akan mematuk jengger unggas lainnya. Sifat ini sifat alami ayam

CARA PENANGGULANGAN 
1. Cara mengatasinya adalah dengan menambah pakan dan air bersih, kalau perlu air minum ditambah dengan sedikit garam dapur, yaitu 5g/liter air selama dua (2) hari berturut-turut 
2.Kepadatan tebar ayam dalam sebuah kandang dikurangi supaya banyak menyisakan ruang gerak. Sehingga ternak dapat dengan mudah melepas panas tubuhnya. Kepadatan kandang sebaiknya 11-12 per meter persegi, hal ini untuk daerah pegunungan. Untuk memelihara dalam bentuk koloni, sebaiknya umur ternak harus seragama, karena unggas yang lebih muda akan menjadi sasaran kanibalisme.

 3.Untuk mengndalikan suhu ruang tetap segar dan kelembapan tetap baik hrus memiliki fentilasi kandang yang baik. Suhu untuk unggas sekitar 33° C.

  4.Dosis pakan per hari diberikan sedikit lebih banyak dan diberikan secara merata agar semuanya mempunyai akses terhadap pakan. Untuk tempat pakan dapat disesuaikan dengan umur ternak dan jumlah populasi ternak.

 5.Melakukan sanitasi kandang dengan membersihkan kandang, dicuci dan disemprot dengan Antisep Formades atau Sporades, membatasi tamu, mencegah hewan liar dan hewan peliharaan masuk ke lingkungan kandang. Untuk membunuh kutu, caplak. Pinjal tungau dengan obat anti kutu (Kututox atau Kututox-S). Untuk mengatasi lalat didalam kandang dengan penyemprotan obat anti lalat.

 6.Debeaking (potong paruh) yaitu memotong sedikit paruh ayam agar tidak melukai ketika dipakai untuk mematuk sesamanya. Pemotongan paruh yang dilakukan pada DOC atau berumur dibawah 1 minggu juga memberikan keuntungan dalam hal penanganan jauh lebih mudah dan paruhnya masih lunak, disamping itu apabila ayam mengalami stress akibat pemotongan paruh maka masih tersedia waktu yang cukup panjang untuk mengembalikan kondisinya kepada keadaan semula. Debeaking pada umur muda biasanya dilakukan pada tipe petelur, yaitu umur 10 - 14 minggu dan 3 - 4 minggu sebelum periode produksi yaitu umur 18 – 20 minggu.
Kanibalisme ini merupakan hal yang banyak dikeluhkan para peternak ayam kampung, tetapi mudah-mudahan ulasan diatas mampu memberikan pencerahan atau paling tidak sebagai tambahan artikel bacaan anda.
Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di Creating Aba Nauval

0 Komentar:

Poskan Komentar

Recent comment

 
ASGINDO FARM | Boe-Doet 98 Template | Aba Nauval Template
Copyright © 2012. BERTERNAK AYAM KAMPUNG - All Rights Reserved
Template Modify by
Proudly powered by Blogger