PENYEBAB LUMPUH PADA AYAM

K elumpuhan apada ayam kampung banyak sekali penyebabnya,sama seperti penyakit pada ayam.Penyebabnya harus di cari dahulu baru di carikan obat yang cocok.Kesukitannya adalah [ dan binatang yang lain ] mereka tidak bisa bicara,terkadang kita tidak tau apa sebenarnya penyebab sakitnya,Akibatnya sering salah obat dan ayam tidak kunjung sembuh.Untuk itu kita harus pandai melihat gelagat ayam yang sakit tsb.
Untuk kelumpuhan bisa di bagi 4 macam penyebabnya:
1. PENYAKIT
Penyakit ayam yang seringb menyebabkan kelumpuhan salahmsatunya tetelo[ND].Kebanyakan ayam yang terserang tetelo akan mati,Tetepi bila sudah di vaksin atau daya tahan tubuhnya cukup kuat biasanya ayam yang di serang kelihatan  celeng dan lama kelamaan akan lumpuh.
Sepanjang pengetahuan saya belum ada obat untuk penyembuhkan karena penyakit ini menyerang saraf dan pernafasan.Penyakit lain misalkan cacar,marek dan komplikasi CRD [ tentunya keadaan ini sudah parah ]
2. KESELEO ATAU TERGLINCIR
Gejala awalnya tentu pincang,lama kelamaan tidak bisa jalan
Untuk mengetahui daerah yang sakit,raba kaki ayam dari jari sampai pangkal paha,biasanya daerah yang sakit akan lebih panas di banding daerah lainnya,Obati dengan oleskan balsem,sebagian orang mencukur bagian daerah yang sakit lalu di oles balsem
3. LUKA
   Mungkin ini yang paling gampang mencari sumber penyebabnya,cari sumbernya lalu obati lukanya.Luka yang menyebabkan lumpuh biasanya bubul di telapak kakinya atau pada lutut,kedua duanya gampang2 susah sembuhnya ,harus rajin rajin mengobati.
4. KURANG VITAMIN
 Kekurangan kalsium dan zat besi bisa menyebabkan kelumpuhan pada ayam terutama pada yam muda.Solusinya tentu dengan memberikan ke2 vitamin tersebut pada ayam.
Jadi yang terpenting cari dulu penyebabnya,baru tentukan obat yang cocok.
Saya juga pernah mengalami hal seperti ini pada ayam.Kesimpulannya ayam saya kurang vitamin,saya obati dengan kalk dan vitamin B.selain itu kakinya saya olesi balsem biar hangat,juga ada tambahan obat ramuan china namanya Chin_khoo.Beli di toko obat china ,sebotol berisi 100 butir harganya sekitar RP.10.000-an,di berikan pada ayam pagi dan sore masing" 5-7 butir setiap hari,Obat ini berfungsi merangsang otot-otot
Ada satu lagi obat untuk lumpuh namanya BIOSALAMIN di berikan dengan menyuntik, cukup dengan ukuran 0,5 cc di campur dengan B compleks cair 1 cc seminggu sekali saja,
Ini cuma pengalaman saya lho,,,,,tiap ayam tentu punya kasus yang berbeda tapi mudah2 an cocok...hmmm
Semoga cepat sembuh ayamnya......!
Catatan
Ayam,juga selain lumpuh akibat kerusakan otot[selesai di adu atau meloncat dari ketinggian] bisa juga dari penyakit,Penyakit yang menyerang saraf di antaranya tetelo[newcastle desease],gumboro,avian influense[flu burung],saat ini ketiga penyakitr akibat virus tsb belum ada obatnya,pencegahan bisa dengan vaksinasi semasa ayam masih kecil.
Saya kurang informasi dari anda,bagaimana ciri" lain selain lumpuh untuk bantuan diagnosa penyakit ayam anda,Saya hanya bisa menyarankan untuk meningkatkan kesehatannyasaja,untuk ayam lumpuh anda berikan asupan makanan yang banyak mengandung kalsium,fosfor,vit A ,vit D, B12, juga beri beberapa potong daging udang kupas kulitnya,2 biji/hari. Untuk recovery sendinya bisa anda beri obat khusus sendi Osteaflam dengan dosis 1/2 capsul/hari
 
 
  
 
 

MANFA'AT AIR GULA MERAH UNTUK AYAM


S ahabat ternak, musim hujan kini telah tiba dan hujan pun setiap hari. Terkadang mulai pagi sudah turun hujan hingga malam. Tentu stamina atau daya tahan tubuh menjadi berkurang akibat cuaca dingin. Belum lagi masalah penyakit sering muncul pada musim penghujan. Pemberian obat ataupun jamu dirasa wajib diberikan demi suksesnya pemeliharaan ayam kampung. Untuk artikel ini kami ingin mengulas tentang manfaat air gula jawa untuk ayam kampung. Dengan tujuan menjaga dan menambah daya tahan tubuh ayam kampung. Dan berikut pengetahuan dan hasil percobaan kami 

Tentang Gula Jawa
Gula Jawa atau sering disebut juga gula merah, dan ada sebutan unik yaitu gula mangkok adalah sejenis bahan makanan untuk memberi rasa manis pada masakan. Di beberapa negara ada sebutan lain yaitu :
Gula Merah (Indonesia), Gula Jawa (Jawa), Panocha (Filipina), Mot-Choi-Duong (Vietnam), Koko-to (Jepang), Au-tung (Thailand), dan Tur (India).

Gula jawa terbuat dari bahan nira sementara nira tersebut adalah cairan yang keluar dari bunga pada pohon palma seperti kelapa, aren, dan siwalan serta tebu serta bahan lain. Tahukah anda manfaat air gula jawa untuk ayam kampung? Mari kita teliti lebih jauh!
Nutrisi Gula Jawa (sajian 100 g)
Energi (kkal) : 386
Protein (g) : 3,0
Karbohidrat (g) : 76,0
Lemak (g) : 10
Kalsium (mg) : 76
Fosfor (mg) : 37
Besi (mg) : 37
dan lain sebagainya
Tujuan Pemberian Gula Jawa
1. Meningkatkan stamina dan daya tahan tubuh
2. Menambah nutrisi/sumber energi dalam ransum untuk DOC pada air minum agar mudah diserap.
3. Mengatasi dehidrasi pada ayam atau DOC
4. Menambah berat badan ayam kampung pedaging
5. Mencegah kematian pada ayam kampung.
Alasan Pemberian Air Gula Jawa
1. Air gula jawa dimaksudkan untuk menyuplai sumber energi mudah diserap untuk DOC. (Taxton at al (1974)
2. Kandungan nutrisi air gula jawa berupa sukrosa dan glukosa mampu mensuplai sumber energi dan nutrisi lain berfungsi untuk menambah stamina ayam kampung
3. Menambah nutrisi belum tersedia pada ransum ayam

Pemberian Air Gula Jawa Pada Ayam Kampung
Cara kami memberikan air gula jawa pada ayam adalah :
1. Ambil gula jawa sebesar 1 sendok makan (boleh berupa serbuk)
2. Tambahkan kedalam 1 gelas air (200 ml)
3. Tambahkan lengkuas (jawa : laos) 1 siung atau sebesar jari
4. Seduh hingga matang dan pemberian pada air minum.
5. Dosis adalah sehari 1 x.

Hal-hal perlu diperhatikan dalam pemberian air gula jawa
1. Campurlah beberapa bahan lain agar air gula jawa tidak dimasuki semut dengan lengkuas atau laos tadi atau bawang putih dan kunyit.
2. Pemberian boleh dilakukan pagi atau sore saja asalkan 1 x sehari
3. Pemberian diberikan pada musim dingin (penghujan) dan ketika ayam kelihatan lemas
4. Pemberian air gula jawa pada musim panas dapat menimbulkan konsumsi makanan menjadi sia-sia karena aktifitas ayam menjadi hiperaktif.
Banyak pendapat bermunculan tentang manfaat air gula jawa atau gula merah ini. Maka dari itu kami mengambil kesimpulan bahwa inti pemberian air gula jawa pada ayam adalah untuk menjaga dan menambah stamina/daya tahan tubuh saat cuaca ekstrim (musim penghujan). Namun pada konsisi ayam sehat, pemberian air gula jawa tidak akan berpengaruh negatif pada ayam kampung. Akhir kata majulah peternakan Indonesia!

Sumber referensi :

Ayam Organik (Ayam Kampung) Lebih Sehat Dari Pada Ayam Non Organik (Ayam Pedaging)


M akanan berlabel organik memang laris di pasaran. Kenapa? Kebanyakan orang berpikir bahwa makanan organik tidak mengandung bahan kimia berbahaya. Dada ayam organik juga menjadi incaran para pembeli.

Seperti dilansir livestrong.com, dada ayam organik kaya akan protein, vitamin B, selenium, tanpa zat aditif, dan pengawet. Daging unggas organik memiliki standar tersendiri dalam menentukan standar pemeliharaan, berikut diantaranya.

Standar organik


Unggas yang dikembangbiakkan secara organik menjalani diet pakan, yang diproduksi tanpa pestisida hewani. Selain diet pakan, unggas organik minim suntik atau anti biotik. Jadi, dada ayam organik mengandung sedikit racun atau kontaminan.

Konten gizi

Dada ayam organik memiliki kandungan kalori yang rendah, namun tinggi protein. Itulah penyebab kenapa tubuh ayam organik lebih kecil dari ayam potong biasa.

Bahan kimia

Meskipun antibiotik dan pertisida digunakan untuk membunuh parasit unggas, kebanyakan konsumen khawatir tentang efek samping pemberian bahan kimia. Unggas organik hanya diberi vaksinasi untuk mencegah penyakit, tanpa disuntik antibiotik. Apalagi, efek kumulatif dari paparan pestisida dapat menyebabkan penuruanan sistem kekebalan tubuh dan cacat lahir manusia, lho.

Aditif dan pengawet

Jika Anda memiliki alergi dengan pengawet, pilih unggas organik sebagai menu spesial Anda. Kenapa? Standar produksi pangan organik membatasi penggunaan pengawet, pemanis, warna, perasa dan monosodium glutamat, atau MSG tambahan. Minimnya bahan kimia dalam pakan unggas organik, membuat dada ayam organik semakin sehat. Menurut Organic.org, daging ayam organik memiliki aroma yang kuat dan segar.

Sumber:
organic.com

ALTERNATIF PAKAN UNTUK AYAM KAMPUNG

P roduksi tahu, tempe, tapioka, kecambah, dan penggilingan padi pada umumnya banyak diusahakan sebagai industri kecil dan industri rumah tangga di lingkungan sekitar kita.  Sisa ampasnya masih banyak yang dipasarkan mentahan belum diolah menjadi komoditi produk yang memiliki nilai tambah. Kadang ampas pada musim penghujan  tidak laku dijual dan membusuk menjadi kotoran yang menimbulkan bau yang tidak sedap. Begitu juga sisa-sisa limbah sayuran pasar setiap hari hanya menimbulkan kotoran, belum termanfaatkan dan jumlahnya cukup banyak.

Bahan-bahan untuk membuat 20 kg ransum basah adalah sebagai berikut:

    Dedak 3 kg
    Ampas (tahu, kelapa, singkong) 3 kg/masing-masing bagian
    Sisa-sisa tanaman dan hijauan 4 kg
    Tepung tapioka ½ kg
    Garam dapur 100 gr
    Air rendaman kapur 100 cc
    Air bersih 10 liter

Kandungan Ransum Basah:

Serat – karbohidrat – protein – garam – dan air . Untuk membuat ransum dalam jumlah besar/banyak tinggal mengalikan kelipatan jumlahnya bahannya saja.

Cara Membuat:

    Semua bahan yang sudah ditakar dicampur dan diaduk jadi satu pada bak atau wadah besar atau yang lebih baik menggunakan drum yang bersih sekaligus menjadi tempat untuk memasaknya di atas tungku api.
    Bila adonan sudah menjadi seperti bubur encer, panaskan sampai mengental.
    Aduk terus selama proses memasak/memanaskan di atas api, jaga jangan sampai hangus pada bagian bawah dan atasnya.
    Proses pemanasan cukup sampai mengental.
    Angkat dan dinginkan di lantai.
    Cetak adonan masak/pakan pada alas jemur bedek bambu ukuran tebal 2,5 – 3 cm, panjang 30 cm dan lebar (ukuran kertas folio).  Cetakan dapat dibuat dari bingkai bambu.
    Jemur dan bolak balik sesuai keadaan.
    Keringkan sampai  kadar airnya  14%.
    Simpan ransum pada kaleng dan tutup rapat untuk persediaan ransum sehari-hari ternak peliharaan.
    Berikan ransum ternak sesuai kebutuhan.

Cara Pemberian Ransum Pada Ternak:

    Bila tidak melakukan penjemuran/pengeringan ransum basah, setelah dimasak dapat langsung diberikan dengan cara tambahkan lagi air dingin agar ransum menjadi bubur encer. Tambahkan Promix 2 gram atau Viterpan  2 cc/kg ransum dan hidangkan pada ternak.
    Ransum padat/kering diseduh/direndam dengan air panas/dingin (dosis 1 kg ransum + 5 liter air untuk 1 x makan), aduk sampai seperti bubur. Tambahkan Promix 2 gram atau Viterpan 2 cc/kg ransum dan berikan pada ternak unggas ayam kampung, Atau unggas lainnya

SELAMAT MENCOBA

JENIS RAMUAN UNTUK AYAM KAMPUNG




R amuan obat tradisional dari bahan alami tumbuh-tumbuhan   telah digunakan secara turun temurun oleh nenek moyang kita  untuk menjaga stamina dan mengobati beberapa jenis penyakit. Ramuan tradisional tersebut sering dikenal dengan istilah jamu. Saat kini jamu tidak hanya digunakan untuk manusia saja, tetapi pemberian jamu  sudah mulai dikenal di kalangan peternak unggas. Mereka memanfaatkan beberapa tanaman obat sebagai obat tradisional untuk ternaknya sebagai pengganti obat-obatan buatan pabrik yang dirasa cukup mahal terutama bagi peternak skala menengah ke bawah.

Semenjak krisis moniter sampai masa kini harga obat-obatan buatan pabrik dirasakan peternak cukup mahal. Disisi lain pengurangan dosis atau tanpa pemberian obat, vitamin maupun vaksin dalam pemeliharaan ayam KAMPUNG/BROILER akan menimbulkan suatu masalah yang cukup serius  yaitu terjadi penurunan kesehatan atau bahkan terjadi peningkatan angka kematian. Hal ini akan mengakibatkan terjadi penurunan produksi sehingga  tidak tercapai standart produksi  yang diinginkan. Disamping harga obat cukup mahal, pemberian obat-obatan, antibiotic, hormon maupun vitamin yang berlebihan pada ayam broiler/kampung dikhawatirkan akan berpengaruh pula terhadap penurunan kualitas dagingnya, sehingga apabila dikonsumsi oleh manusia secara terus menerus dalam jangka waktu yang lama dikhawatirkan akan membahayakan bagi kesehatannya.


Kelebihan dan penggunaan obat-obatan yang terus menerus dalam tubuh dapat merupakan residu dan sedikit demi sedikit akan tertimbun dalam tubuh manusia yang akhirnya dapat mengganggu kesehatan manusia. Dari kedua alasan tersebut  peternak berupaya untuk mencari alternative lain sebagai pengganti obat buatan pabrik yaitu  dengan memanfaatkan beberapa tanaman obat  untuk diberikan kepada ternaknya.  Ramuan jamu untuk ternak ini dapat dibuat sendiri dengan harga yang relatif murah. Cara dan aturan pemberiannya dapat dalam bentuk larutan yang dicampur dalam air minum atau dalam bentuk simplisia (tepung) yang dicampur kedalam ransum sebagai “feed additive” maupun “feed supplement”.

Tujuan pemberian Feed additive dalam ransum adalah untuk memperbaiki konsumsi, daya cerna serta daya tahan tubuh serta mengurangi tingkat stres pada ayam broiler/kampung. Feed additive yang ditambahkan pada umumnya menggunakan antibiotik. Penggunaan antibiotik sebagai feed additive menghasilkan residu dalam karkas ayam kampung/ broiler. Apabila daging ayam dikonsumsi oleh manusia maka dikawatirkan akan menjadi resistensi terhadap antibiotik tersebut. Hal ini berbeda dengan sifat jamu, dimana jamu untuk ternak ini berkhasiat sebagai feed additive dan bukan merupakan antibiotik, sehingga tidak berbahaya bagi manusia, bahkan terbukti dapat meningkatkan konsumsi dan nafsu makan ayamkampung/ broiler.

Tanaman  obat dan fungsinya

Indonesia terkenal sebagai negara  biodeversitas yang kaya akan flora dan faunanya. Beberapa ribu jenis  tanaman obat  ada di Indonesia. Tanaman obat asli Indonesia sangatlah potensi untuk digunakan sebagai bahan pakan tambahan (“feed suplement”) maupun sebagai “feed additive” yang dicampur dalam air minumnya.  Beberapa ahli mengatakan bahwa dengan pemberian beberapa tanaman obat seperti kunyit, bawang putih dan daun pepaya  yang dicampur dengan air minum unggas, dapat terhindar dari penyakit flu burung.  Disamping itu beberapa  jenis tanaman obat lain berkhasiat untuk meningkatkan nafsu makan seperti  temu lawak, lengkuas, jahe, kencur  dan lidah buaya. Sedangkan  pemberian tepung daun kumis kucing yang dicampurkan dalam ransumnya  dikenal dapat  memperlancar proses metabolisme  dalam tubuh ayam sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan dan daya tahan tubuh ayam kampung/ broiler.

 Ada beberapa tanaman obat yang berkhasiat untuk obat ternak ayam, diantaranya:

    Kunyit (Curcuma domestica), yang dikenal sebagai anti oksidan, anti mikroba dan anti radang. Kunyit mengandung minyak atsiri dari golongan monoterpen dan sesquitterpen, zat warna kuning yang disebut kurkuminoid, protein, fosfor, kalium, besi dan vitamin C.
    Temulawak (Curcuma xanthorrhiza) dapat meningkatkan nafsu makan, anti oksidan, anti mikroba, anti kolesterol dan anemia. Zat gizi yang terkandung dalam temu lawak adalah kurkumin, kurkuminoid, mineral, atsiri, minyak lemak, karbohidrat dan protein. Temulawak dan kunyit bisa dikonsumsi dalam bentuk minuman guna mencegah peningkatan konsentrasi sitokin dalam tubuh akibat inveksi virus AI dengan sub tipe H5N1. Itu efektif, mengingat kandungan curcuma yang ada pada keduanya berpotensi sebagai inhibitor terhadap sintesis sitokin
    Temu giring (Curcuma heyneana), biasanya digunakan untuk obat cacing
    Temuireng (Curcuma aeruginosarhizome) adalah bermanfaat sebagai obat cacing dan meningkatkan nafsu makan. Dalam temuireng banyak mengandung minyak asiri, tanin dan kurkumenol.
    Buah mengkudu (Morinda citrifolia) yang merupakan obat anti radang, anti alergi dan mematikan bakteri penyebab infeksi. Dalam buah mengkudu ini mengandung zat terpenoid, zat anti bacteri dan scolopetin.
    Tanaman lidah buaya. Lidah buaya memiliki kandungan emodin dan scutellaria yang berfungsi sebagai antiviral. Bahan itu mampu menghancurkan enzim yang terdapat pada virus flu burung
    Daun pepaya (Carica papaya, Linn). Daun pepaya ini  berkhasiat  sebagai obat pembunuh amuba dan sebagai obat cacing serta membantu  meningkatkan nafsu makan.
    Cacing (lumbricus rubellus) merupakan sumber protein sangat tinggi yaitu 76%. Manfaat dari cacing tersebut adalah adanya antibakteri dan menghambat pertumbuhan bacteri E. Colk, meningkatkan daya tahan tubuh, meningkatkan nafsu makan, sebagai obat dll.

Cara membuat jamu untuk ayam

Banyak macam cara membuat jamu, karena pada dasarnya membuat jamu jauh lebih mudah dibandingkan dengan membeli obat dari toko. Jamu hewan atau ramuan beberapa tanaman obat tersebut dapat dibuat sendiri oleh petani ternak dan harganya lebih murah dibandingkan obat pabrik, tetapi khasiatnya cukup baik untuk pencegahan maupun pengobatan pada ternak unggas. Beberapa diantaranya adalah ramuan jamu hasil pengkajian BPTP Jakarta  yang berfungsi untuk pencegahan terhadap penyakit AI (flu burung/Avian Influenza).


Bahan-bahan tanaman obat yang diramu sebagai jamu untuk pencegahan penyakit flu burung  adalah sbb:
 Kencur (500 gram), bawang putih (500 gram), jahe (250 gram), lengkuas (250 gram), kunyit (250 gram), temulawak (250 gram), daun sirih (125 gram), kayu manis (125 gram), daun mahkota dewa, EM4 dan molasses atau gula pasir. Bahan-bahan tersebut dipotong-potong kecil kemudian digiling/dibelender dan ditambahkan air 5 liter, kemudian disaring dan diambil ekstraknya. Ekstrak tersebut dimasukkan dalam drum besar (kapasitas 20 liter atau lebih). Tambahkan molases 500 cc, lalu tambahkan lagi dengan air sehingga campuran tersebut menjadi 20 liter, kemudian drum ditutup rapat. Selanjutnya campuran dilakukan fermentasi selama 6 hari. Setiap hari tutup drum dibuka selama 5 menit sambil diaduk. Setelah 6 hari jamu siap diberikan pada ayam. Cara pemberiannya melalui air minum dengan dosis 90 ml air jamu per 1 liter air minum setiap hari.


Ketua Asosiasi Dokter Hewan Perunggasan Indonesia mengatakan bahwa  di Indonesia sendiri saat ini tersedia cukup banyak bahan herbal yang bisa digunakan untuk menangkal menyebarnya virus flu burung. Tanaman obat tersebut adalah lidah buaya, temulawak, dan kunyit. Sedangkan menurut peneliti dari LIPI mengatakan bahwa pemberian secara rutin jamu ternak yang terdiri atas kunyit, lengkuas, temulawak, kencur dan buah mengkudu yang diberikan pada unggas dapat berfungsi sebagai stamina yaitu untuk menyehatkan dan meningkatkan nafsu makan.

Khasiat tanaman obat juga telah dibuktikan keistimewaan tanaman obat yang  mempunyai khasiat untuk meningkatkan daya tahan tubuh, meningkatkan nafsu makan, sebagai obat pada berbagai macam penyakit dan mengurangi stress pada ayam.  Dalam uji coba saya membuat jamu dengan ramuan dari tanaman-tanaman obat  yang terdiri dari kunyit  (1000 gram), temuireng (1000 gram), temulawak (1000 gram), temu giring (250 gram), mengkudu (500 gram), daun pepaya (5 tangkai) dan cacing (100 gram). 

 Cara membuatnya adalah sbb:

 cacing direbus dengan 1 liter air sampai mendidih. Kunyit, temuireng, temugiring, temulawak dan mengkudu diparut menjadi satu, dan daun pepaya ditumbuk sampai halus. Campurkan bahan-bahan tersebut  dan  tambah 4 liter air bersih. Remas-remaslah semua bahan tersebut dan saring. Terakhir tambah dengan 1 liter  rebusan cacing dan aduk sampai rata. Selanjutnya campuran tersebut direbus sampai mendidih  dan setelah dingin dapat digunakan sebagai jamu pada ayam pedaging. Jamu tersebut dapat diberikan dengan cara mencampur ke air minum. Dalam pelaksanaannya pemberian jamu dilakukan setelah ayam berumur 16 hari sampai panen.  Pemberian dilakukan tiga hari berturut-turut selanjutnya diselang dengan air putih.

Manfaat dan Hasil

Dari  hasil penelitian saya  maupun pendapat orang 2 yang sudah sukses berkecimpung di dunia ayam kampung/broiler dapat di simpulkan bahwa ternyata pemberian jamu atau tanaman obat yang dicampurkan baik dalam ransum pakannya maupun air minum ayam dapat bermanfaat atau berkhasiat untuk:
 (1).  meningkatkan daya tahan tubuh ayam
 (2). meningkatkan pertumbuhan berat badan ayam
 (3). mengurangi tingkat kematian dan jumlah ayam yang sakit
 (4)  meningkatkan pendapatan peternak
 (5).mendapatkan ayam non kolesterol karena lemak yang dihasilkan berkurang
 (6). mendapatkan karkas ayam yang berbau dan warna yang segar dan
 (7).  mengurangi bau kotoran ayam (ammonia). Manfaat lain yang diperoleh adalah harga jamu tersebut lebih murah, menjaga stamina tubuh, menambah nafsu makan, mencegah serta mengobati beberapa penyakit seperti penyakit gangguan pernafasan (Snot dan CRD), koksidiosis, diare maupun feses hijau dan menghindarkan unggas dari serangan virus flu burung (Avian Influenza/AI).

 Dan kenyataannya Manfaat dari khasiat jamu untuk ternak sudah lama diteliti oleh beberapa peneliti. Salah satu  dilakukan oleh Ibu tatik, sebagai seorang peneliti dan juga sebagai peternak ayam di salah satu kampung di Jombang Jatim. Beliau meramu tanaman obat-obatan yang terdiri dari buah cabe jawa (Piper retrofractum Vahl), ekstrak rimpang temu lawak (Curcuma xanthorriza Roxb), ekstrak rimpang temu ireng (Curcuma aeruginosa Roxb), bubuk rimpang lempuyang wangi (Zingiber aromaticum, Val), madu lebah, gula tebu sebagai pengawet alamiah, dan air. Ramuan tersebut  diberikan pada ayam sebagai penangkal unggas terhadap penyebaran flu burung. Dalam uji cobanya, beliau memasukkan ayam mati yang terinveksi flu burung di sekitar kandangnya.  Dari hasil uji cobanya didapatkan ayam-ayam yang diberi jamu hasil ramuannya ternyata semua ayam perlakuannya itu lolos  alias tidak terinveksi flu burung. Hasil uji cobanya kemudian diselidiki lebih teliti lagi oleh Balai Veteriner Blitar, . Dan ternyata hasilnya positip. Ayam-ayam yang diberi jamu tersebut memberi respon positip terhadap pertumbuhan ayam,mempunyai stamina ayam yang lebih baik (jarang sakit dan mortalitas rendah), lemak karkas sangat rendah, aroma daging dan telur tidak amis, warna kuning telur lebih oranye/skor diatas 7, serta bau kotoran ayam (ammonia) di sekitar kandang jauh lebih berkurang.

Demikian juga dari hasil uji coba yang telah kami lakukan  Dari hasil uji cobaterhadap ayam-ayam yang diberi jamu hasil ramuannya didapatkan hasil sbb:

A . Perbedaan produktivitas ayam yang diberi jamu dan tanpa jamu dengan masa pemeliharaan  32 hari

AYAM YANG DI BERI JAMU
 
komponen:

1.  Jumlah ayam yang dipelihara : 100 ekor
2.  Mortalitas                           : 1% 
3. Ayam hidup                           : 99 Ekor
4.  Bobot rata-rata                   : 1,76 kg
5. Konsumsi pakan/ekor             : 2,53 kg
6. FCR                                     : 1,494
7. Indeks per formans               : 363,9
8.  Performans                          : Pertumbuhan bulu lebih mengkilat, Penampilan lebih lincah
keuntungan :   Rp. 288.050    

AYAM TANPA DI BERI JAMU 

Komponen: 

1.  Jumlah ayam yang dipelihara : 100 ekor
2.  Mortalitas                           : 3% 
3. Ayam hidup                           : 97 Ekor
4.  Bobot rata-rata                   : 1,62 kg
5. Konsumsi pakan/ekor             : 2,58 kg
6. FCR                                     : 1,587
7. Indeks per formans               : 316,5
8.  Performans                          : 0
keuntungan    : Rp. 99.825               


Lumayan kan ,so what you think about that,,,,!  selamat mencoba

By: Asgindo Farm With Aba Naufval Farm

Tukar Link

Halaman ini sengaja saya buat dikhususkan untuk bertukar link dengan sobat-sobat semua

Apa sih keuntungan dari Tukar Link ?
  • Ranking blog sobat di search engine akan meningkat
  • Menambah jumlah pengunjung / visitor
  • Mendapatkan backlink dari blog lain
  • Dapat meningkatkan pagerank pada blog sobat
  • Mempererat pertemanan antar sesama blogger
Jika sobat mau tukar link dengan saya, silahkan pasang link blog saya dengan format :
Website URL : http://abanauval.blogspot.com/
Website Title  : Berternak Ayam Kampung
Atau sobat bisa pasang di side bar dengan cara copy paste kode berikut :
<a target="_blank" href="http://abanauval.blogspot.com/" title="Berternak Ayam Kampung">Berternak Ayam Kampung</a>
Jika sobat telah memasang link saya, silahkan konfirmasi dengan cara menulis komentar di page ini.


CARA MENGOBATI BEBERAPA PENYAKIT yang SERING MENYERANG AYAM KAMPUNG

S ebenarnya ayam kampung merupakan jenis ayam yang tahan terhadap penyakit, tidak seperti ayam ras tentunya.  Buktinya selama puluhan tahun saya memelihara ayam, tak pernah sekalipun mati berbarengan alias serentak dalam waktu bersamaan.  Ingin tahu kuncinya ?  Mudah saja, begini...Prinsipnya begini, sama halnya dengan makhluk hidup lain supaya ayam sehat dan tak mudah terserang penyakit yaitu makan yang cukup (gizi dan jumlah), jangan terlambat dan kandang dijaga supaya relatif bersih dan sehat. Sudah itu saja, wah...wah...seperti manusia dunk !  Hehe...ya emang, pokoknya kalau ayam kenyang, makan bergizi dan bervitamin dijamin deh, kagak bakalan sering kena penyakit, walaupun terkena penyakit langsung sembuh.

Walau begitu, pernah jugalah ayam-ayam saya kena penyakit, nyatanya juga makhluk hidup ya kadang sehat kadang sakit, tapi selama ini alhamdulillah banyakan sehatnya...hehe...Beberapa penyakit yang sering menyerang ayam kampung dan cara mengatasinya yaitu :

1.  penyakit ND/tetelo.  Wah penyakit ini super ganas, pokoknya kalau sudah terserang virus/penyakit ini hampir pasti langsung mati.  Ciri-ciri ayam yang terkena pnyekit ini antara lain ; jalan sempoyongan bahkan terkadang mundur, nafsu makan tidak ada, bulu kusam alias tidak mulus, kadang disertai dengan pilek dan mulut berlendir.  Jangan kuatir, menurut pengalaman saya bisa diatasi, yaitu cara paling efektif dengan pencegahan yang caranya bisa dilihatDISINI.

2.   tembolok yang keras bahkan cenderung tidak mau mengempis.  Mungkin ini disebabkan karena makanan yang terlalu keras atau kurang baik sehingga tidak bisa dicerna oleh ayam.  Cara saya yaitu pisahkan dulu ayam yang terkena dengan ayam-ayam yang lain, kemudian beri khusus minuman yang dicampur rebusan daun pepaya, insya ALLAH temboloknya akan normal kembali.

3.  ayam "dengkelen" alias tidak bisa berjalan Hal ini biasanya disebabkan terutama kandang yang lembab atau kurang sinar matahari sehingga pertulangan ayam agak terganggu.  Cara mengatasi yaitu dengan menggosok balsem/minyak urut ke bagian tulang kaki yang membengkak sambil diurut beberapa kali terus diulangi sampai sembuh.

4.  penyakit/perilaku kanibal pada ayam sehingga tak jarang menimbulkan kematian.  Hal ini disebabkan karena pakan yang kurang dan sering terlambat atau populasi dalam satu kandang terlalu padat, sehingga ayam mematuki tubuh ayam yang lain.  Biasanya bagian yang sering dipatuki adalah bagian belakang hingga pantat.  Cara mengatasi ya...pakan yang cukup, air cukup jangan sampai terlambat.  Kalaupun sudah terjadi, cepatlah dipisah dan bagian yang mengeluarkan darah (karena dipatuki) obati dengan betadine atau minyak tanah.

5.  berak hijau atau berak kapur.  Ciri-cirinya terkadang kotoran ayam berwarna hijau atau keputihan, itu tandanya terkena bakteri ?   Caranya bisa diobati dengan diminumkan tablet koleridin (bisa dibeli di toko pakan) atau sering-sering memberi rebusan temu lawak, temuireng atau daun pepaya sehingga ayam kembali normal pencernaannya.

Prinsipnya, jika ada ayam terkena penyakit yang utamanya dicirikan dengan makan yang tidak terlalu bernafsu, wajah pucat dan bulu kusam serta berjalannya/tingkahnya "lemes", hampir pasti ayam terkena penyakit, segera pisahkan dan diobati dengan cara diatas, insy@ ALLAH sembuh.  Untuk penyakit-penyakit yang lain, seperti flu, batuk dll insya ALLAH saya posting secepatnya.  Semoga bermanfaat.

CARA GRATIS MENGATASI AYAM YANG SUKA MENYENDIRI alias MOJOK

Ehmmm....bukan hanya orang lho yang suka mojok [+18] huuzz,,,,,,,,,,,,hehehehhe 
 Suatu kali ada pembaca blog ini yang menanyakan pada saya, mengapa ayam-ayamnya yang masih muda kok senang mojok menyendiri dengan bulu kusam dan nafsu makannya hilang.  Ayam-ayam saya dulu juga pernah mengalami hal tersebut.  Menurut pengamatan saya, tingkah ayam yang demikian bisa disebabkab beberapa hal :

1.  ayam sakit sehingga nafsu makan tidak ada
2.  ayam tidak cocok pakannya atau "dimusuhi" oleh ayam yang lain.
3. Atau kandang terlalu padat sehingga ayam berebutan makan. Bahkan kondisi kandang yang kotorannya menumpuk bisa memicu penyakit ayam.
Tetapi kemungkinan kedua dan ketiga relatif jarang terjadi justru penyebabnya lebih sering adalah poin 1.

Ya, biasanya penyebabnya adalah ayam menderita sakit kemudian nafsu makannya hilang. Pada saat kita memberi makan, sementara ayam-ayam yang lain makan dengan lahap, ayam yang sakit tsb malah mojok dan menyendiri di sudut kandang. Perhatikan wajah dan bulunya, jika wajah pucat dan warna wajahnya merah pucat dan tampak loyo alias mata sering dipejam, kemungkinan besar ayam kita terkena penyakit. Jika bulu kusam, tidak tampak bersih dan cemerlang, ayam anda kemungkinan besar terkena penyakit. Lihat juga kotorannya, jika kotorannya cair berwarna putih atau hijau alias warna dan bentuknya tidak seperti kotoran ayam biasanya, bisa jadi ayam anda sakit. Intinya, ya seperti kita manusia lah, orang sakit kan salah satu akibatnya gak nafsu makan.

Terus bagaimana langkah mengatasinya? Jangan kuatir, berdasarkan pengalaman saya bisa diobati. Begini langkahnya :

1. pisahkan dulu ayam yang sakit tersebut dalam kandang tersendiri. Jika masih kecil berilah lampu penghangat.
2. beri makan khusus pakan pabrik, misal BR1 atau BR2. Jangan dicampur dedak dan jagung.
3. beri obat cacing supaya nafsu makan meningkat.
4. buat ramuan khusus untuk mengusir kuman atau bakteri, caranya bisa dilihat di artikel-artikel saya. Atau irislah daun pepaya, direbus kemudian air rebusannya diminumkan ke ayam yang sakit. Irisannya bisa dicampurkan ke pakan. Atau rebusan temu-temuan, yang paling manjur yaitu temu ireng, temu lawak, kencur, kunyit, rebus dahulu kemudian air rebusan dicampur ke minuman.
5. jika sakitnya parah, belilah obat ayam yang ada di toko pakan ternak.

Insy@ ALLAH dalam beberapa hari, ayam kita sudah sembuh. Yang perlu diingat, supaya mengurangi ayam yang sakit, sebaiknya pemberian pakan dicampur dengan rebusan tanaman-tanaman diatas, selain untuk mencegah penyakit juga menambah vitamin. Selain itu pakan yang cukup protein, karbohidrat dan unsur atau nutrisi yang lain Besihkan kandang secara teratur sehingga kotoran tidak menumpuk. Kotoran yang menumpuk akan mengundang penyakit, selain itu gas amonia yang beracun dapat mengganggu kesehatan ayam.

Mudah bukan? dan gratis lagi...hehe...Semoga bermanfaat. Salam.
By:Asgindo Farm with Aba Nauval

Recent comment

 
ASGINDO FARM | Boe-Doet 98 Template | Aba Nauval Template
Copyright © 2012. BERTERNAK AYAM KAMPUNG - All Rights Reserved
Template Modify by
Proudly powered by Blogger